Hitung Telur Cacing Metode Kato–Katz (Kato–Katz Technique) - Egg Reduction Rate (ERR)

  • Tongkat aplikator kayu dan Spatula (plastik).
  • Layar (baja tahan karat, nilon atau plastik: mesh 60-105 μm).
  • Templat (baja tahan karat, plastik, atau karton). Lubang 9 mm pada template 1 mm = ~50 mg; lubang 6 mm pada template 1,5 mm = 41,7 mg; lubang 6,5 mm pada template 0,5 mm = 20 mg.
  • Slide mikroskop (75 x 25 mm) dan Plastik hidrofilik (tebal 40–50 μm).
  • Gliserol-malachite green (1 mL malachite green 3% + 100 mL gliserol + 100 ml aquades). Rendam plastik di dalamnya minimal 24 jam.
Letakkan sedikit sampel feses di atas koran dan tekan layar/nilon di atasnya. Kikis feses yang tersaring dengan spatula. Letakkan templat di atas kaca objek, isi lubangnya dengan feses saringan hingga rata dan tidak ada gelembung udara. Angkat templat dengan hati-hati. Letakkan potongan plastik (yang sudah direndam gliserol) di atas feses. Balikkan kaca objek lalu tekan perlahan agar feses menyebar membentuk lingkaran di bawah plastik. Geser perlahan agar plastik tetap melekat. Biarkan gliserol membersihkan sediaan (terklarifikasi).
Simpan kaca objek pada suhu kamar. Untuk telur cacing umum, butuh ~1 jam. Penting: Telur cacing tambang (Hookworm) akan hilang dengan cepat dan tidak terlihat lagi setelah 30–60 menit. Sementara telur A. lumbricoides dan T. trichiura bisa bertahan berbulan-bulan. Periksa secara sistematis dan hitung telur yang ditemukan, lalu gunakan kalkulator di bawah.

Mohon masukkan angka valid.

Hasil:
--
EPG
Intensitas: --
Silakan masukkan jumlah telur untuk memulai kalkulasi EPG otomatis.
Referensi Mikroskopis
Morfologi Telur
Tim Pembuat & Kontributor
Sodikin Kurniawan
Sodikin Kurniawan
CREATOR
Ahli teknologi laboratorium medis bidang parasitologi & molekuler. Penulis algoritma pengolahan data.
Referensi & Disclaimer
  • Bench aids for the diagnosis of intestinal parasites, second edition. Geneve: World Health Organization; 2019. Licence: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.

Disclaimer: Alat ini adalah sumber daya edukasi independen. Keputusan klinis harus dengan validasi lebih lanjut.
Feedback:

Post a Comment